Melorot menjadi Rp14.651 per Dolar AS,, Rupiah Makin Meradang

Melorot menjadi Rp14.651 per Dolar AS,, Rupiah Makin Meradang

Nilai tukar rupiah ditutup di posisi Rp14.651 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan pasar spot hari ini, Jumat (24/8). Posisi ini melemah 13 poin atau 0,08 % berasal dari penutupan kemari, Kamis (23/8) di Rp14.638 per dolar AS.

Melorot menjadi Rp14.651 per Dolar AS,, Rupiah Makin Meradang

Bersama rupiah, sebagian mata duwit negara di kawasan Asia ikut melemah, menjadi berasal dari yen Jepang minus 0,13 persen, ringgit Malaysia minus 0,13 persen, rupee India minus 0,08 persen, dan renmimbi China minus 0,04 persen.

Sedangkan mata duwit Asia lainnya sudah sukses menguat berasal dari dolar AS. Peso Filipina menguat 0,08 % dolar Singapura 0,15 persen, won Korea Selatan 0,22 persen, dan baht Thailand 0,37 persen.
Sebaliknya, mayoritas mata duwit utama negara menguat berasal dari dolar AS. Rubel Rusia menguat 0,6 persen, dolar Australia 0,4 persen, euro Eropa 0,18 persen, franc Swiss 0,15 persen, poundsterling Inggris 0,1 persen. Hanya dolar Kanada yang melemah 0,1 % berasal dari dolar AS.

Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp14.655 per dolar AS atau melemah juga berasal dari posisi kemarin Rp14.620 per dolar AS.

Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi mengatakan pelemahan rupiah hari ini didominasi oleh sentimen konsep kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral AS, The Federal Reserve, dan perang dagang pada AS-China. Hal ini membawa dampak investor kian khawatir.

Apalagi, https://www.ilmubahasainggris.com/ The Fed kelihatannya dapat selalu mengerek bunga acuan, meski Presiden AS Donald Trump sempat cemas bahwa kebijakan ini justru berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam. “Keduanya punya tekanan yang sama menjadi dampaknya rupiah belum punya peluang menguat,” ujar Dini kepada CNNIndonesia.com, Jumat (24/8).

Di segi lain, tak ada sentimen positif berasal dari dalam negeri yang sukses mendukung rupiah. Alhasil, tidak serupa dengan sebagian mata duwit Asia lainnya, rupiah selalu mendekam di zona merah. “Harapan di pasar, dapat ada intervensi lain berasal dari BI maupun pemerintah,” katanya.

Lebih lanjut ia memandang potensi pelemahan rupiah ke depan mampu raih kisaran Rp14.804 per dolar AS kalau tidak langsung ada intervensi berasal dari BI ataupun sentimen positif lain, baik berasal dari dalam maupun luar negeri.

You may also like...