Fisika merupakan mata pelajaran yang banyak menuntut intelektualitas

Fisika merupakan mata pelajaran yang banyak menuntut intelektualitas

Fisika merupakan mata pelajaran yang banyak menuntut intelektualitas

Fisika merupakan mata pelajaran yang banyak menuntut intelektualitas

 

Fisika merupakan mata pelajaran yang banyak menuntut intelektualitas

yang cukuptinggi sehingga sebagian besar peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajarinya. Akibatnya seringkali menimbulkan masalah pada saat proses pembelajaran fisika berlangsung. Gejala ini menunjukkan bahwa sikap dan minatpeserta didik memiliki masalah yang berkaitan dengan proses pembelajaran fisika, sehingga peserta didik kurang termotivasi dalam mengikuti pelajaran fisika. Hal ini dapat menyebabkan hasil belajar fisika yang diharapkan sulit untuk dicapai. Keadaan yang demikian ini, akan lebih parah lagi apabila digunakan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan karakteristik materi pelajaran yang akan dipelajari.

Untuk itu diperlukan sebuah solusi yang dapat dilakukan agar pembelajaran menjadi bermakna

dan lebih memberdayakan peserta didik. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan peserta didik menghafal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong peserta didik mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Salah satu strategi belajar yang dimaksud adalah strategi belajar dengan pendekataninkuiri berwawasan lingkungan yang juga merupakan salah satu bagian dari pendekatan kontekstual.

Gulo (dalam Trianto, 2009:193)

 menyatakan strategi inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri adalah (1) keterlibatan peserta didik secara maksimal dalam proses kegiatan belajar; (2) keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran; dan (3) mengembangkan sikap percaya pada diri peserta didik tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri.

Pembelajaran yang berwawasan lingkungan adalah pembelajaran yang menghubungkan peserta didik dengan lingkungannya sebagai sumber belajar untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap permasalahan lingkungan yang dihadapi sehingga menumbuhkan sikap mencintai lingkungan.

Pembelajaran melalui pendekatan inkuiri berwawasan lingkungan adalah suatu rangkaian pembelajaran yang menghubungkan peserta didik dengan lingkungan yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan peserta didik untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat  merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Pembelajaran fisika di MTsN 2 Makassar  khususnya di kelas VIII1

  masih menerapkan metode pembelajaran konvensional, yaitu pelajaran yang sebahagian besar dengan penghafalan, pemilihan informasi ditentukan oleh guru, materi pembelajaran cenderung bersifat abstrak dan kurang konkrit, memberikan tumpukan informasi kepada peserta didik, dan penilaian hasil belajar peserta didik hanya melalui kegiatan akademik. Metode pembelajaran konvensional ini dianggap sebagai penyebab peserta didik malas untuk belajar, karena metode ini kurang menarik bagi peserta didik, dianggap fisika merupakan sekumpulan materi-materi yang harus dihafal, sehingga dapat mematikan gairah belajar sehingga sikap dan minat peserta didikpun kurang berkembang.

Baca Juga : 

You may also like...