Muhammadiyah Terus Membenahi Sistem Pendidikan Islam Modern

Muhammadiyah Terus Membenahi Sistem Pendidikan Islam Modern

Muhammadiyah Terus Membenahi Sistem Pendidikan Islam Modern

Muhammadiyah Terus Membenahi Sistem Pendidikan Islam Modern

GARUT- Ada 1.094 santri ada di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah

Kabupaten Garut. Sementara Muhammadiyah memiliki sebanyak 230 pesantren di seluruh Indonesia. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haidar Nashir mengungkapkan, bahwa Muhammadiyah menyambung mata rantai dari sistem pendidikan Islam Indonesia sebelumnya yang dahulu basis kuatnya adalah pondok pesantren lama.

Kemudian digagas oleh KH. Ahmad Dahlan pada 11 Desember 1911, ketika

 

itu berdiri Madrasah Diniyah Al Islamiyah. Namun dengan format baru. Di satu pihak menyerap nilai-nilai kepesantrenan di masa lalu yang kuat di basis ilmu-ilmu keagamaan atau Diniyah. Namun, menurut KH. Ahmad Dahlan memandang tidak cukup arus baru modernisme awal-awal abad ke-20.

“Maka digagaslah sebuah sistem pendidikan Islam modern yang memadukan

ilmu agama dan ilmu umum secara terintegrasi. Kemudian tidak sekadar teori tapi juga menanamkan keahlian. Dan itulah yang menjadi cikal bakal dari sistem pendidikan Muhammadiyah yang basisnya pada sistem modern kelanjutan dari masa lampau yang diperbaharui. Bentuknya ada Pondok Pesantren, Sekolah, Madrasah, serta Boarding School. Apabila digabungkan, bentuk-bentuk sekolah tersebut akan menjadi sebuah pondok pesantren yang cukup besar di Indonesia,” papar Haidar.

Momentum Rakornas ini diharapkan mampu memberikan kekuatan bagi Muhammadiyah untuk bekerja bersama semua elemen bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk moral, dan nilai-nilai keagamaan. Selain itu, pada kesempatan ini dilakukan pula peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sakit PKU Darul Arqam Muhammadiyah.

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/contoh-surat-perjanjian-jual-beli-tanah-dan-rumah/

You may also like...