Janjikan Masa Depan Cerah, Mahasiswi Didorong Dalami Studi STEM

Janjikan Masa Depan Cerah, Mahasiswi Didorong Dalami Studi STEM

Janjikan Masa Depan Cerah, Mahasiswi Didorong Dalami Studi STEM

Janjikan Masa Depan Cerah, Mahasiswi Didorong Dalami Studi STEM

Indonesia membutuhkan banyak lulusan Sains, Teknologi, Teknik Mesin dan Matematika (STEM)

ditengah upaya pemerintah memacu pembangunan. Jumlah insinyur Indonesia saat ini terendah di ASEAN.

Rasio insinyur Indonesia saat ini hanya 3.038 orang per sejuta penduduk. Jumlah ini kalah dari Myanmar 3.844 dan Vietnam 8.917 bahkan terpaut jauh dari Singapura yang mencapai 28.235 insinyur per satu juta penduduk.

Perlu upaya semua pihak, termasuk swasta, BUMN dan pihak terkait lainnya untuk membantu pemerintah mengejar ketertinggalan tersebut. Termasuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli untuk pembangunan di segala bidang yang tengah dikebut saat ini. Salah satu upaya yang bisa ditempuh yakni melalui kegiatan corporate social responsibility (CSR).

“Melalui CSR yang berkesinambungan ini, kami berharap anak-anak muda berprestasi dari pelosok Indonesia

memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dan mengejar cita-cita mereka khususnya di bidang Sains, Teknologi, Teknik Mesin dan Matematika (STEM) ,” ujar CEO Sinarmas Agro Resources And Technology (SMART) Susanto, Rabu, (10/1).

Program ini, ujarnya, juga diharapkan membuka kesempatan bagi anak-anak perempuan dari desa binaan di pelosok nusantara untuk mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke universitas. Terutama di bidang-bidang studi Sains, Teknologi, Teknik Mesin, dan Matematika (STEM) yang hingga kini masih belum banyak diambil oleh para mahasiswi.

Padahal, menurut UNESCO, jurusan STEM merupakan pekerjaan yang akan banyak dicari di masa depan yang dapat mendorong kesejahteraan individu dan masyarakat sekitarnya melalui inovasi dan kreativitas.

“Kami berharap anak-anak perempuan turut terpacu mendalami Sains, Teknologi,

Teknik Mesin dan Matematika (STEM) melalui kesempatan seperti ini.” kata Susanto.

SMART menyalurkan beasiswa kepada masyarakat lokal di sekitar lokasi operasional perusahaan. Program ini akan berjalan hingga proses perekrutan terakhir di 2020 dengan total bantuan dana lebih dari Rp 2,8 milyar yang diberikan kepada 40 siswa.

Pada putaran pertama, lanjut dia, beasiswa diberikan kepada enam siswa berprestasi dari Kabupaten Kapuas Hulu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Enam siswa yang mendapatkan beasiswa antara lain Alda Elfiana dari Desa Marsedan Raya dengan jurusan kuliah Kesehatan Lingkungan, Lina dari Desa Menapar dengan jurusan kuliah Teknik Mesin.

Juga Septiana Rita dari Desa Menapar dengan jurusan kuliah Teknik Mesin, Susiana Ikat dari Desa Menapar dengan jurusan kuliah Teknik Mesin, Yunus Sawang Budiman dari Desa Tua Abang dengan jurusan kuliah Teknik Pertanian, Sahrul Gunawan dari Desa Madang Permai dengan jurusan kuliah Teknik Mesin.

 

Sumber :

https://dcc.ac.id/blog/penggunaan-huruf-kapital/

You may also like...