Logika Internal

Logika Internal

Logika Internal

Logika Internal

Yang termasuk dalam logika internal diantaranya struktur internal organisasi

sistem informasi, pembelajaran dan inovasi. Logika ini menggambarkan pengalihan dari peran sumber daya manusia tradisional menjadi fokus terhadap pembelajaran organisasional dan dalam mengatur investsai organisasi yang berhubungan dengan modal manusia. Bagian ini akan dijelaskan pada tabel 2.5.7 berikut.

 

Struktur Internal Bagaimanakah struktur organisasi anda?

Kemungkinan Contoh
Berpusat pada keuntungan Keuntungan yang akan diperoleh
Divisi fungsional Marketing, sumberdaya manusia dan sebagainya
Divisi geografis Wilayah provinsi Jambi
Divisi produksi
Sistem Informasi Bagaimana organisasi anda memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk membuat suatu keputusan

Kemungkinan Contoh

Orang-orang pada tiap tingkatan memperoleh informasi yang dapat membantu mereka membuat keputusan Struktur data yang terbuka dimana data didesain di atur secara efisien
Informasi tersedia dan dapat diakses untuk membuat keputusan akan tetapi tidak dugunakan. Karena informasinya sudah out of date, tidak lengkap, tidak akurat, atau tidak teratur untuk membuat keputusan Data tidak organisir dan diatur dengan baik. Tidak ada umpan balik antara pihak yang menyusun data, pihak yang menginput data dan pengguna data
Informasi dikontrol secara terpusat Sistem yang terpusat menjaga informasi. Divisi fungsional dan otoritas hierarkis membatasi akses terhadap data
Informasi didistribusikan mellaui sistem independen didalam organisasi. Setiap bagian dari organisasi memiliki komputer dan sistem komputer yang dibeli dan diprogram secara independen. Tidak ada yang mengetahui data milik orang lain.
Belajar dan Inovasi
Bagaimana organisasi anda memperoleh keterampilan dan pengetahuan?
Kemungkinan Contoh
Modal yang diperoleh:
Membeli Merekrut keterampilan baru
Melepaskan Menyewa kontraktor
Mengembangkan Melatih pekerja yang ada
Bagaimana anda mengatur investasi dalam modal manusia?
Membangun nilai:
Desain pekerjaan Membuat keputusan, mengontrol semua faktor kesuksesan
Infrasutruktur Lingkungan kerja, pekerjaan, informasi dan keamanan
Rekruitmen Perencanaan, strategi penempatan, jalur karir
Pembelajaran berkelanjutan Manajemen pengetahuan (sistem informasi yang efektif)
Pengukuran

Struktur organisasi

· Selaras dengan logika yang lain

· Reward dan pengakuan

· Informasi yang tepat

· keamanan

2. Sistem informasi

A. Manajemen pengetahuan

· Strategi pengetahuan

· Ketersediaan pengetahuan

· Kegunaan pengetahuan

· Efektifitas pengetahuan

Kinerja sistem

· Kualitas

· Waktu siklus

· Waktu proses

· Nilai tambah

· Koordinasi

· Proses inovasi yang digunakan

· Biaya

3. Pembelajaran dan inovasi
A. Desain pekerjaan

· Terlibat dalam membuat keputusan

· Reward dan pengakuan

· Informasi yang memadai

· keamanan

Infrastruktur

· Lingkungan kerja yang memadai

· Alat dan perlengkapan yang memadai

C. Rekruitmen

· Strategi

· Kepuasan

· Memiliki kebutuhan pegawai

· Akurasi

· kepuasan

D. Pengembangan karir

· Jalur karir

· Perencanaan karir

E. Pembelajaran berkelanjutan

· Kesalahan yang berulang

· Perbaikan kesalahan

Tabel 2.5.7. Logika Internal

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Mengkaji model logika bisnis ini memberikan kita pandangan tentang teknologi kinerja suatu organisasi dari sudut padang bisnis. Setelah mengkaji lebih lanjut tentang persepektif bisnis dapat dijadikan landasan dalam melakukan suatu pengamatan cerdas dan sehingga menghasilkan saran yang berguna tanpa
harus membuang-buang waktu. Cara terbaik untuk membuat orang untuk memahami dan menghormati keahlian seorang yang mendalami tentang teknologi kinerja adalah suatu gagasan bahwa ahli teknologi kinerja berusaha untuk memahami dan menghormati suatu organisasi

Memiliki pemahaman tentang logika bisnis juga menempatkan seorang ahli teknologi kinerja dalam posisi yang baik menjadi konsultan yang berharga untuk klien. Dengan baik, lengkap, dan akurat
model bisnis dapat digunakan untuk memahami suatu organisasi, oleh karena itu seorang ahli teknologi kinerja sekarang dalam posisi yang lebih baik menggunakan logika klien dan bahasa mereka untuk memulai
untuk membuat mereka menyadari bagaimana interaksi dalam suatu masalah dan inisiatif di
dalam logika perspektif bisnis. Selain itu, dengan mempelajari perspektif bisnis kita dapat menyarankan cara bermitra dengan suatu organisasi tertentu untuk mengatasi masalah kinerja organisasi.
Akhirnya, dan mungkin yang paling penting, kita memahami metrik organisasi
digunakan untuk menilai keberhasilannya, kita akan dapat mengidentifikasi kesenjangan dalam
metrik mereka, dan dengan melakukan intervensi peningkatan kinerja kita dapat menutup kesenjangan tersebut.

Sumber : http://watchbrandqui291.eklablog.net/contoh-teks-eksplanasi-disekolah-a165655832

You may also like...