Perjuangan Tokoh Perempuan

Table of Contents

Perjuangan Tokoh Perempuan

Dewi Sartika mendirikan sekolah di Bandung, Jawa Barat. Maria Walanda Maramis mendirikan sekolah di Gorontalo, Sulawesi. Dalam era pergerakan nasional, kaum perempuan aktif mendukung usaha persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka aktif memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Pada 1912 berdirilah Putri Mahardika di Jakarta. Aktivitasnya didalam pendidikan dan penerbitan Pers. Pada 1914, Rohana Kudus mendirikan Kerajinan Amai Setia di Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat. Rohana aktif didalam usaha mendirikan sekolah-sekolah untuk perempuan.

Organisasi Muhammadiyah di Yogyakarta terhadap 1917 membentuk Aisyah. Aisyiah merupakan organisasi wanita Muhammadiyah yang pertama, dipimpin Siti Wardah, istri pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan. Kegiatan Aisyiah khususnya didalam bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, dan budaya.

Organisasi-organisasi kaum perempuan juga memperjuangkan stimulus perjuangan kebangsaan terhadap tanggal 22-25 Des, 1928, diadakan Konggres Perempuan di Yogyakarta. Konggres diikuti tujuh organisasi perempuan. Mereka merespon Sumpah Pemuda yang telah diikratkan terhadap tanggal 28 Okt, 1928. Konggres dipimpin RA Sukarno, dan sukses membentuk Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI).

Baca Juga :

You may also like...