Rafi, Peraih Medali Emas yang Sempat Takut Berenang

Rafi, Peraih Medali Emas yang Sempat Takut Berenang

Rafi, Peraih Medali Emas yang Sempat Takut Berenang

Rafi, Peraih Medali Emas yang Sempat Takut Berenang

Tak ada yang meragukan bakat Rafi Ihsyan Ramdani di cabang olahraga (cabor) renang.

Perolehan medali emas di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMK Tingkat Provinsi 2019 menjadi bukti kepiawaian Rafi di olahraga air. Ia menjadi yang tercepat di empat gaya yang dilombakan, yakni gaya kupu-kupu dengan raihan waktu 37,98 detik, gaya punggung (33,66 detik), gaya bebas (28,50 detik), dan gaya dada (37,55 detik).

Namun siapa sangka, atlet kontingen Kabupaten Garut ini awalnya

pernah takut masuk ke kolam renang.

Ibunda Rafi, Isneni Hasanah bercerita, ketakutan Rafi pada kolam renang terjadi saat duduk di taman kanak-kanak (TK). “Soalnya, saat itu Rafi pernah kecebur ke kolam renang dan tenggelam. Setelah itu, dia ketakutan dan enggak mau lagi (ke kolam renang, red),” tuturnya, saat ditemui usai penyematan medali di kolam prestasi GOR Pajajaran, Jln. Pajajaran No. 37, Kota Bandung, Jumat (26/7/2019).

Untuk menghilangkan ketakukan tersebut, Isneni pun mendaftarkan putranya mengikuti les renang. Namun, bukan berarti masalah selesai. “Selama empat bulan ikut les, dia selalu diam di pinggir kolam, enggak pernah berani berenang ke tengah. Berdiri di kolam yang (dalamnya) 250 sentimeter pun enggak berani,” ungkapnya.

Tetapi lambat laun, atas usaha keras pelatihnya saat itu, Rafi mulai berani berenang ke tengah kolam dan menguasai beberapa teknik dasar berenang. Dengan kebebasan yang diberikan pelatih, Rafi pun mulai berkembang dan bakat yang dimilikinya semakin terasah.

“Medali pertama yang didapat Rafi pas di Ciamis. Waktu itu ada olimpiade

olahraga dan Rafi berhasil jadi juara,” kenangnya.

Dipacu Waktu

Rafi mengungkapkan kebahagiaannya karena mampu menjadi yang terbaik dari seluruh siswa di Jawa Barat. Terlebih, ia mengaku persiapannya menuju O2SN tak kurang dari empat minggu. “Awalnya saya enggak ada ekspektasi. Karena, saya baru latihan intensif satu bulan ke belakang,” tutur siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Garut tersebut.

Meski dipacu waktu, Rafi tetap memberikan hasil maksimal. “Awalnya takut juga ketika melihat lawan yang dihadapi. Tapi pas dijalani, Alhamdulillah hasilnya bagus,” ucapnya.

Siswa kelahiran Garut, 28 Agustus 2002 itu bertekad memberikan gelar juara umum di O2SN tingkat nasional yang akan dihelat akhir Agustus 2019. “Harapannya, saya ingin juara umum lagi,” ungkapnya.***

 

Baca Juga :

You may also like...