Proses Perencanaan Organisasi Non-Pemerintah

Proses Perencanaan Organisasi Non-Pemerintah

Proses Perencanaan Organisasi Non-Pemerintah

Proses Perencanaan Organisasi Non-Pemerintah

Ada tiga pilar proses perencanaan yang membangun organisasi non-pemerintah, yaitu vision (visi), mission (misi), dan objective. Vision menggambarkan apa yang ingin kita capai atau lihat di masa depan, yang kemudian diterjemahkan ke dalam prinsip dan nilai. Visi yang baik bersifat realistis, dapat dipercaya, menarik, dan berorientasi pada masa depan. Mission adalah nilai-nilai dasar dari institusi, sedangkan objective merupakan situasi yang ingin kita ciptakan pada akhir tahapan yang biasanya membentuk strategi organisasi.

Pada umumnya, pemerintah terlalu sibuk dalam mengurus proses birokrasi, karena telah terbiasa menunggu atasan untuk melakukan suatu program. Sedangkan, lembaga non-pemerintah sifatnya lebih fleksibel, dan responnya juga lebih cepat. Peran lembaga non-pemerintah adalah untuk menjembatani antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat (melakukan pemberdayaan di antara stakeholders. Pemerintah berperan sebagai fasilitator pembangunan. Dengan demikian, semua stakeholders harus terlibat sesuai dengan peran dan posisinya masing-masing. Oleh karena suatu program berbasis kepada masyarakat atau bersifat partisipatif, maka pemerintah harus mengajak pihak-pihak yang bersangkutan. Di Indonesia, peran stakeholders belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Proses perencanaan dalam penyusunan program atau project menggunakan daur program atau project, yang meliputi assesment and planning, implementation and monitoring, evaluation, adaption.

Pada assesment, hal yang dilakukan adalah mendapatkan informasi dari expert di luar organisasi (akademisi, pemerintah, sektor swasta) yang dapat membantu lembaga non-pemerintah tersebut untuk mengembangkan programmya. Selain itu, juga menentukan jenis informasi yang ingin didapat dengan melakukan need assesment atau PRA (Participatory Rural Appraisal), yang meliputi penggunaan kuisioner untuk wawancara, mengadakan Focus Group Discussion (FGD), mengajak stakeholders lain dari disiplin ilmu (background) yang berbeda, dan mendapatkan berbagai fakta yang beragam dari banyak orang dengan latar belakang yang berbeda. Sedangkan langkah-langkah yang ditempuh dalam planning, antara lain menentukan project yang akan dilakukan dengan mengidentifikasi tujuan, sasaran, dan aktivitas, mengajak target beneficiaries dalam perencanaan, mencari good practice sebagai referensi dan dimasukkan dalam perencanaan, membangun sistem monitoring yang memungkinkan dan melibatkan target beneficiaries, mendapatkan dana dari para donatur. Setelah menetapkan planning, maka dibuatlah logical framework analysis.

Suatu kegiatan dapat dilaksanakan dengan hasil yang memuaskan apabila kita telah menyusun perencanaan yang baik. Setelah kegiatan tersebut dilakukan, maka kemudian dilakukanlah proses monitoring, evaluation dan feed back/lesson learnt. Monitoring merupakan pengecekan tentang fakta progress kegiatan secara periodik dengan membandingkan antara kondisi di lapangan dengan rencana. Sedangkan evaluation dilakukan dengan cara membandingkan dengan tujuan apakah kegiatan yang telah dilaksanakan mampu mencapai tujuan yang diharapkan. Kegagalan maupun keberhasilan harus menjadi sebuah pembelajaran untuk membuat perencanaan selanjutnya. Dan, feed back/lesson digunakan sebagai masukan bagi proses perencanaan selanjutnya. Report harus disampaikan kepada pihak funder (pemberi dana/donatur). Masyarakat Indonesia biasanya lemah di dalam monitoring dan evaluasi, karena yang paling dipentingkan adalah impklementasi dari program tersebut.

Proses perencanaan partisipatif pada tingkat lapangan, meliputi indentifikasi masalah, potensi dan peluang, prioritaskan masalah, potensi dan peluang, menganalisa masalah, potensi dan peluang, menentukan pemecahan terhadap masalah tersebut, dan membuat suatu perencanaan untuk melaksanakan kegiatan pemecahan untuk menghindari masalahnya.

Logical framework analysis cenderung sulit untuk dibaca oleh masyarakat awam, sehingga program yang akan dilaksanakan perlu dikomunikasikan oleh pihak ketiga (lembaga non-pemerintah) dengan menggunakan pohon masalah, tulang ikan, medan daya, jembatan bambu. Pohon masalah adalah teknik analisa masalah untuk melihat ‘akar dari suatu masalah. Hasil dari teknik ini kadang-kadang mirip pohon dengan akar banyak. Analisa pohon masalah dapat digunakan dalam situasi yang berbeda, dan dimana saja ketika terdapat suatu masalah, tetapi penyebab masalah tersebut kurang jelas. Teknik ini sangatlah visual, ditujukan untuk masyarakat dan dapat melibatkan banyak orang dalam waktu yang bersamaan.

Analisis tulang ikan merupakan suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan penyebab pokok dari masalah-masalah, dengan hasil analisis sering berbentuk tulang-tulang ikan. Teknik ini memberkan kesempatan untuk mengkategorikan berbagai sebab dasar dari suatu masalah atau pokok persoalan dengan cara yang mudah dimengerti dan rapi.

Medan daya adalah suatu prosedur untuk menganalisis suatu masalah dengan mempertimbangkan tujuannya dan mencatat faktor-faktor penghambat atau pendorong tercapainya tujuan tersebut. Cara ini membantu mengidentifikasi stateg-strategi yang akan meningkatkan pencapaian tujuan dan mengurangi faktor-faktor yang akan menghalangi pelaksanaannya.

Teknik jembatan bambu hanya merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk menyusun suatu rencana kegiatana masyarakat dengan memberikan gambaran masalah yang dihadapi dan tujuan yang akan dicapai serta tahapan yang harus ditempuh untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan.

Mekanisme dan tahapan perencanaan program dan anggaran daerah, terdiri dari bulan perencanaan (Januari – April), bulan anggaran (Mei – Agustus), dan bulan litigasi (September – Desember). Pada bulan perencanaan, diadakan Musrembag (Musyarawah Perencanaan Pembangunan), dimana pada bulan Januari (tingkat desa), bulan Februari (tingkat kecamatan), bulan Maret (kabupaten/kota), dan bulan April pada tingkat provinsi, bulan Mei terdapat finalisasi RKPD, dan pada bulan Juni telah terjadi penandatangan KUA dan PPAS.

Sumber : https://mayleneandthesonsofdisaster.us/

You may also like...