Ikuti 7 Tips Mengatasi Speech Delay pada Anak

Ikuti 7 Tips Mengatasi Speech Delay pada Anak

Bagaimana andai buah hati telanjur merasakan keterlambatan bicara? Yuk, simak 5 teknik mengatasinya di bawah ini?

Ajak anak memperhatikan lagu-lagu anak

Seacara alamiah anak-anak selalu menyukai music dan lagu. Seringnya secara spontan mereka supaya berjoget sarat dengan keceriaan. Ayah dan Bunda bisa memanfaatkan kondisi ini. Putarlah lagu-lagu anak dengan lirik simpel sehingga mudah ditiru. Stimulus anak guna meniru dengan Ayah dan Bunda yang ikut mendendangkan lirik. Ada tidak sedikit lagu anak berlirik simpel seperti Topi Saya Bundar, Pelangi-Pelangi, Lihat Kebunku, Balonku, Naik Kereta Api, Pada Hari Minggu, dan beda sebagainya.

Mendongeng dan membacakan buku

Salah satu guna mendongeng merupakan mencegah dan menanggulangi Speech delay. Ketika Ayah dan Ibu membacakan dongeng, anak-anak akan menciduk kosa kata yang didengarnya. Lama-kelamaan kosa kata simpel ini bisa ditiru meskipun perkembangannya pelan-pelan.

Ayah dan Bunda pun dapat membacakan kitab untuk menstimulus pengetahuan kosa kata anak. Mintalah anak guna mengucapkan ucapan-ucapan yang ia ingat setelah kegiatan membaca selesai. Ulangi masing-masing hari.

Menstimulus dengan memakai bahasa isyarat

Bahasa isyarat tidak melulu diperuntukkan untuk penyandang tuna rungu atau tuna wicara. Anak-anak dengan keterlambatan bicara pun bisa distimulus dengan teknik ini. Cara ini memadukan bahasa tubuh dengan gerak bibir. Sebagai misal ayah dan Bunda menganggukkan kepala sembari berbicara “iya” sebagai pertanda persetujuan. Secara perlahan, ajak anak untuk mengerjakan bahasa isyarat sembari menggerakkan bibir cocok kosa kata yang berkaitan.

Membiasakan anak berkomunikasi

Kesibukan porang tua guna berinteraksi dan berkomunikasi secara berhadap-hadapan acap kali mengakibatkan terjadinya speech delay. Sebab keterampilan verbal anak hanya dapat distimulus dengan bahasa verbal juga. Orang tua sebagai orang kesatu dan kedua yang lebih dekat dengan anak hendaknya menstimulus bahasa verbal sejak si kecil baru lahir.

Ajakan untuk berkata sejak dini dapat menangkal terjadinya keterlambatan berkata pada anak umur dini. Untuk menanggulangi pun demikian, ajaklah anak guna intens berkomunikasi secara langsung. Misalnya Ayah dan Bunda meminta anak untuk mengisahkan perasaannya sesudah berekreasi, mengisahkan aktivitasnya seharian, melafalkan makanan kesukaan, atau lebih sederhana melafalkan benda-benda di rumah.

Kerap memberi penghargaan

Berilah penghargaan pada masing-masing keberhasilan yang anak Ayah Bunda dapatkan. Penghargaan ini tidak hanya soal pemberian barang, tetapi lebih untuk ucapan dan sikap, contohnya pujian dan pemberian jempol. Penghargaan saat anak dapat menyampaikan kosa kata baru atau menyusun kalimat, bisa memotivasi anak guna terus belajar berbicara.

Sumber : http://domaindirectory.com/servicepage/?domain=www.pelajaran.co.id/

You may also like...