Nabi Isa Wafat

Table of Contents

Nabi Isa Wafat

Nabi Isa Wafat

Nabi Isa Wafat

Tidak seperti kepercayaan setengah orang yaitu Nabi Isa tidak wafat semasa disalib tetapi diangkat naik ke langit. Sebenarnya, Nabi Isa telah wafat di bumi, namun bukan disalib. Baginda telah wafat selepas peristiwa penyaliban ke atasnya di sebuah tempat lain yang tidak diceritakan di dalam Al-Qur’an. Besar kemungkinan baginda telah melarikan diri dari tempat baginda dijatuhkan hukum.

Bukti yang menunjukkan baginda telah wafat di bumi terdapat pada ayat-ayat berikut :

Apabila Allah S.w.t. berkata, Wahai Isa, Aku akan mematikan kamu, dan menaikkan kamu kepada-Ku, dan Aku membersihkan kamu daripada orang-orang yang tidak percaya ….. (QS. 3:55).

Dan aku (Isa) seorang saksi ke atas mereka selama aku di kalangan mereka; tetapi setelah Engkau mematikan aku, Engkau Sendiri adalah penjaga ke atas mereka; Engkau saksi atas segala sesuatu. (QS. 5:117).

Akan tetapi, sebahagian daripada kaum Bani Israil mengatakan bahwa mereka telah membunuhnya, disalib. Allah S.w.t. mengatakan yang sebaliknya pula. Apa yang berlaku hanya satu kesamaan saja. Firman-Nya :

Ucapan mereka, kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Mariam, Rasul Allah S.w.t. Tetapi mereka tidak membunuhnya, dan tidak juga menyalibnya, tetapi hanya satu kesamaan yang ditunjukkan kepada mereka. Orang-orang yang berselisih mengenainya benar-benar dalam keraguan terhadapnya; mereka tidak ada pengetahuan mengenainya, kecuali mengikuti sangkaan; mereka tidak membunuhnya, yakinlah. (QS. 4:157).

Telah wujud lagi kepercayaan terhadap Nabi Isa yang tidak disahkan Allah S.w.t. di dalam Al-Qur’an, yaitu baginda akan muncul lagi di bumi buat kali kedua. Itu tidak benar.

Mukjizat Yang Diterima Nabi Isa Membuat Orang Terpesona

Setelah Isa wafat, beberapa perkara telah berlaku. Pertama, orang-orang yang mengaku pengikut baginda telah menubuhkan sistem berahib, atau berpaderi, atau sistem berulama dalam agama. Sistem itu tidak dianjurkan oleh Allah S.w.t. Firman-Nya :

Dan rahbaniyah (sistem berahib) yang mereka reka – Kami tidak menuliskan (menetapkan) untuk mereka (QS. 57:27).

Kemudian, antara mereka bersetuju untuk mengangkat Nabi Isa sebagai Tuhan atau Anak Tuhan, mungkin karena kelahiran yang luar biasa dan mukjizat-mukjizatnya. Mereka yang berbuat demikian telah terpesona dalam kepercayaan lalu menjadi kafir. Firman-Nya :

Merekalah orang-orang yang tidak percaya (kafir), yang berkata, sesungguhnya Allah S.w.t. Dia ialah al-Masih putera Mariam (QS. 5:17), dan orang-orang Kristian berkata, Al-Masih ialah putera Allah. Itu adalah ucapan daripada mulut mereka, menurut ucapan orang-orang yang tidak percaya sebelum mereka. Allah S.w.t. memerangi mereka! Bagaimanakah mereka dipalingkan? (QS. 9:30).

Satu bukti telah didatangkan Allah S.w.t. untuk menunjukkan kepalsuan kepercayaan mereka. Buktinya adalah pada amalan memakan makanan, berbunyi :

Al-Masih, putera Mariam, hanyalah seorang rasul; rasul-rasul sebelum dia telah berlalu. Ibunya seorang wanita yang benar; mereka berdua makan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami memperjelaskan ayat-ayat kepada mereka, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling. (QS. 5:75).

Nabi Isa dan ibunya makan makanan. Tetapi Tuhan tidak makan. Kalau Dia makan tentu Dia mempunyai sebuah “pintu kecil” untuk mengeluarkan makanan yang tidak diperlukan lagi. Tuhan tidak ada pintu tersebut seperti yang terdapat di bagian belakang badan manusia atau hewan (bo’il???).

Sekiranya hujah itu disampaikan kepada orang-orang yang mempercayai Nabi Isa itu Tuhan atau anak-Nya, tentu mereka akan berpaling juga dan tetap dengan kepercayaan mereka. Begitulah manusia dengan kepercayaan agamanya. Mereka lupa menggunakan akal.

Nabi Isa Ditanya Alloh S.w.t. Di Akhirat

Kepercayaan serupa itu sungguh berat di sisi Allah S.w.t. sehingga Nabi Isa akan ditanya di akhirat. Baginda akan ditanya sama ada baginda telah menyatakan bahwa baginda dan ibunya adalah tuhan-tuhan selain dari pada Allah S.w.t. Pertanyaan-Nya berbunyi :

Wahai Isa putera Mariam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, Ambillah aku dan ibuku sebagai tuhan-tuhan selain daripada Allah S.w.t.? (QS. 5:116).

Nabi Isa menjawab : kepada Engkau sanjungan! tiadalah bagiku untukku mengatakan apa yang aku tiada hak dengannya. Jika aku mengatakannya, Engkau mengetahuinya, dengan mengetahui apa yang di dalam jiwaku dan aku tidak mengetahui apa yang di dalam jiwa Engkau ; sesungguhnya Engkaulah yang mengetahui yang ghaib. (QS. 5:116)

Jawabannya bersambung lagi : Aku hanya mengatakan kepada mereka apa yang Engkau memerintahkan aku dengannya : Sembahlah Allah S.w.t. Pemelihara aku dan Pemelihara kamu. Dan aku seorang saksi ke atas mereka selama aku di kalangan mereka ; tetapi setelah Engkau mematikan aku, Engkau Sendiri adalah penjaga ke atas mereka; Engkau saksi atas segala sesuatu. (QS. 5:117).

Nabi Muhammad juga akan ditanya di akhirat atas sesuatu yang amat berat juga. Baginda ditanya mengenai sambutan kaumnya terhadap Al-Qur’an. Jawaban baginda berbunyi :

Wahai Pemeliharaku, sesungguhnya kaumku mengambil Al-Qur’an ini sebagai suatu yang tidak dipedulikan. (QS. 25:30).

Itulah yang berlaku pada hari ini. Ajaran Al-Qur’an tidak dipedulikan. Namun, masa masih ada untuk semua kembali kepada ajaran Al-Qur’an.

Baca Juga : 

You may also like...