Kabupaten Bogor Krisis Guru Agama

Kabupaten Bogor Krisis Guru Agama

Kabupaten Bogor Krisis Guru Agama

Kabupaten Bogor Krisis Guru Agama

Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI Kabupaten Bogor mendesak Pemerintah Kabupaten

(Pemkab) Bogor melakukan penguatan dan penambahkan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik agama. Desakan ini dikeluarkan lantaran wilayah Bumi Tegar Beriman mengalami kekurangan guru Agama Islam.

“Dibandingkan guru mata pelajaran lain, jumlah tenaga pendidik yang berstatus PNS di PAI sangat terbatas, bahkan dari data Kemenag tidak melebihi 50 orang,” kata Ketua MGMP PAI Kabupaten Bogor, Syamsul Wardani, kemarin.

Selain keterbatasan jumlah guru, menurutnya, minimnya kuantitas jam mengajar di sekolah harus menjadi perhatian khusus bagi Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor. “Saat ini pelaksanaan pengajaran jam belajar untuk PAI hanya dua hingga tiga jam perpekan. Hal tersebut kami rasa perlu ditambah, mengingat pembelajaran agama merupakan salah satu materi akademik inti,” ucap dia.

Untuk itu, Syamsul mengusulkan Disdik Kabupaten Bogor untuk menambah volume jam mengajar PAI

menjadi empat jam perpekan. Namun, sebelum kebijakan tersebut diterapkan harus dibarengi dengan pengkajian serta pembenahan juknis yang dilakukan pemerintah.

“Dalam hal ini MGMP menyarankan agar pemerintah mengadakaan pendataan kekurangan guru PAI, memprioritaskan pengangkatan tenaga pengajar PNS dan P3K, mengizinkan sekolah mengangkat guru honor agama islam hingga penguatan kompetensi melalui pelatihan secara berkala,” ujar Syamsul.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor, Abidin Said, mengaku setuju bilamana diadakan penguatan serta penambahan jam mengajar PAI di sekolah. “Pendidikan keagamaan merupakan dasar pembentukan karakter anak. Sebagian besar waktu murid dihabiskan di lingkungan sekolah, maka dari itu penanaman materi secara akademik perlu lebih digalakan,” katanya.

Diakui Abidin, pihaknya pernah menemukan kondisi pengajar PAI di sekolah, namun bukan berlatarbelakang

pendidikan akademik keagamaan. “Di salah satu SD pernah terjadi guru matematika, merangkap juga sebagai pengajar PAI. Kondisi tersebut sudah mencerminkan penurunan kualitas, maka dari itu pemerintah diharapkan cepat melakukan kebijakan terkait hal ini,” harapnya.

 

Baca Juga :

You may also like...