Teori McClelland

Table of Contents

Teori McClelland

Teori McClelland

Teori McClelland

Teori McClelland (teori motivasi yang berhubungan erat dengan proses belajar).

q  Ia mengemukakan bahwa kebutuhan individu merupakan sesuatu yang dipelajari dari lingkungan kebudayaannya.

q  Orang yang tidak pernah melihat dan mendengar tentang televisi, tidak akan pernah membutuhkan televisi, dan tak akan pernah termotivasi untuk memiliki televisi.

q  Oleh karena itu motivasi, yang bersumber dari adanya upaya untuk memenuhi kebutuhan, merupakan sesuatu yang dapat dipelajari dan diajarkan.

q  Diantara begitu banyak kebutuhan manusia McClelland membahas tiga jenis kebutuhan saja, yaitu:

1)   n‑Ach (need for achievement), yaitu kebutuhan individu akan prestasi;

2)   n‑Aff (need for affiliation), yaitu kebutuhan individu akan afiliasi (pertemanan);

3)   n‑Pow (need for power), yaitu kebutuhan individu akan kekuasaan.

q  Tinggi atau rendahnya tingkat kebutuhan seseorang akan menentukan kuat atau lemahnya moti­vasinya untuk mencapai tujuan tersebut.

q  Mereka yang mempunyai n‑Ach tinggi lebih senang menetap­kan sendiri tujuan hasil kerja yang akan dica­pai, dengan mengukur batas kemampuannya sen­diri, membutuhkan umpan balik yang cepat terlihat, kerja yang efisien serta bertanggung‑jawab terhadap pemecahan masalah yang ada.

C. Teori Proses

q  Teori Proses mengenai motivasi berusaha menjawab pertanyaan tentang bagaimana menguatkan (energize), mengarahkan (direct), memelihara (maintain) dan menghentikan (stop) perilaku individu (Gibson et al, 1982).

q  Vroom (1964) mengemukakan adanya dua tingkatan hasil dalam se-tiap pekerjaan, dimana:

  • hasil tingkat pertama berupa produk dari perilaku, sedangkan
  • hasil tingkat kedua berupa peristiwa yang ditim­bulkan oleh atau sebagai dampak dari hasil ting­kat pertama, misalnya bila seseorang dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik (hasil tingkat pertama/produk perilaku), ia akan menerima promosi kenaikan pangkat atau tambahan bonus (hasil tingkat ke dua/dampak dari hasil tingkat pertama)

q  Menurut Vroom, ada tiga konsep penting mengenai hubungan antara hasil tingkat pertama dan kedua, yaitu:

  1. Pertautan (instrumentality), dimana individu mempersepsikan bahwa hasil ting­kat kedua sangat terkait dengan hasil tingkat pertama, artinya tanpa hasil tingkat pertama tidak mungkin terjadinya hasil tingkat kedua;
  2. Valensi (valence), dimana individu dalam memu­tuskan pilihan mempertimbangkan sekaligus hubungan antara hasil tingkat pertama dan hasil tingkat kedua, misalnya kalau saya memilih bekerja dengan prestasi kerja tinggi, saya akan mendapat promosi kenaikan jabatan atau bonus;
  3. Harapan (expect­ancy), dimana individu dalam memutuskan pilihannya disertai dengan harapan bahwa hasil tingkat pertama akan memberikan dampak yang lebih baik bagi hasil tingkat kedua.

Dengan memahami proses timbulnya motivasi yang terjadi dalam diri individu, kita dapat  memanipulasi perilaku orang untuk mencapai tujuan yang kita inginkan.

Baca Juga :

You may also like...