Penderita Glaukoma di Surabaya Meningkat Tiap Tahun

Penderita Glaukoma di Surabaya Meningkat Tiap Tahun

Penderita Glaukoma di Surabaya Meningkat Tiap Tahun

Penderita Glaukoma di Surabaya Meningkat Tiap Tahun

Glaukoma kini menjadi perhatian para dokter mata di seluruh Indonesia. Karena penderita gangguan syaraf mata dan peningkatan tekanan bola mata ini semakin lama semakin bertambah.

Kenyataannya masyarakat masih saja terlambat datang ke dokter mata. Mereka baru ke dokter setelah kondisi parah, penglihatan sudah menurun drastis bahkan sudah tidak bisa melihat sama sekali.

Data di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya menyebutkan, pada 2016 penderita

glaukoma sebanyak 2.496 orang. Pada 2017 sebanyak 4.965 dan pada 2018 sudah mencapai 8.054 penderita.
Baca Juga:

Kini, Gejala Penyakit Dapat Dikenali Cukup Lewat Aplikasi Seluler
Prihatin Wabah Hepatitis A, Relawan Ponorogo Bagikan 4000 Masker

Tak mengherankan jika di setiap Maret seluruh dokter mata di dunia termasuk di Surabaya memberikan edukasi dan sosialisasi pada masyarakat tentang bahayanya glaukoma. Karena pada minggu kedua Maret dirayakan sebagai World Glaukoma Week.

Salah satu dokter mata dari RSM Undaan, dr Lydia Nuradianti, SpM mengaku prihatin

dengan kondisi ini. Karena banyak anak-anak muda yang terkena hingga mengakibatkan kebutaan.

“Mereka sampai harus berhenti kuliah, berhenti kerja. Usia 20, 21 tahun sudah terkena penyakit ini. Masa depan mereka hancur, produktivitas mereka menurun bahkan sampai tidak bisa beraktivitas. Kasihan sekali,” ujar Lydia yang juga anggota Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Jawa Timur ini.

Dokter Lydia menjelaskan, mengapa pasien sering kali datang terlambat berobat.

Karena memang glaukoma ini tidak diawali dengan gejala-gejala awal yang mencurigakan.

 

Sumber :

https://situsiphone.com/

You may also like...