Pemko Padang Bakal Kembali Masukkan Pelajaran BAM di SD dan SMP

Pemko Padang Bakal Kembali Masukkan Pelajaran BAM di SD dan SMP

Pemko Padang Bakal Kembali Masukkan Pelajaran BAM di SD dan SMP

Pemko Padang Bakal Kembali Masukkan Pelajaran BAM di SD dan SMP

Pemerintah Kota Padang akan kembali menghadirkan pelajaran muatan lokal Budaya Alam Minangkabau di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD).

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala bagian Kesra Kota Padang, Jamilus saat ditemui Klikpositif.com beberapa waktu lalu. Ia menganggap pelajaran tersebut sangat berguna untuk pengimplementasian Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) oleh masyarakat Kota Padang.

“Kami memang menilai pelajaran BAM ini sangat efektif untuk pengimplementasian

ABS-SBK di generasi penerus kita. Tapi tentunya untuk memasukannya kembali ke muatan lokal, ada pertimbangan sendiri dari Dinas Pendidikan,” katanya.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Buntut Penggerebekan PSK di Padang, DPP Gerindra Bakal Panggil Andre Rosiade
Dugaan Andre Rosiade Jebak PSK, MKD DPR Tunggu Ada yang Melapor
Dikes Pantau Mahasiswa Sumbar yang Baru Pulang dari Tiongkok
Penolakan Jalur Trans Padang, Trayek Baru Jadi Solusi

Ia mengatakan untuk saat ini pihaknya mengakali dengan menyisipkan pembelajaran terkait ABS-SBK ini saat pelaksanaan Pesantren Ramadan yang sudah dimulai tahun ini. “Sehingga dengan pelaksanaan ini, siswa kita SD dan SMP sedikit banyaknya mengetahui terkait adat istiadat,” lanjutnya.

Selain itu, di setiap kelurahan nantinya akan dibangun ‘Sumbang Duo Baleh’,

yakni terkait segala sesuatu yang salah dan melangar ketentuan adat, terutama norma kesopanan pada perempuan.

“Setiap perempuan itu nanti akan menjadi madrasah pertama bagi anak-anak mereka. Sehingga adab dan nilai sopan santun perempuan haruslah terjaga. Dengan pembentukan itu, diharapkan apa yang ingin kita capai dapat tercapai,” sambungnya.

Menurutnya, saat ini Bagian Kesra Kota Padang tengah melakukan penilaian lomba pengimplementasia ABS-SBK Tingkat Kecamatan.

Penilaian ABS-SBK, telah memasuki tahun ketiga dan pihaknya sudah mengevaluasi kekurangan-kekurangan saat pelaksanaan, salah satunya tim penilai. Pada tahun ini pihaknya melibatkan LKAAM Sumbar, Bundo Kanduang Sumbar, UIN dan Unand.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan penilaian ABS-SBK ini pihaknya

telah melaksanakan sosialisasi kepada setiap kecamatan. Saat ini bisa dikatakan setiap kelurahan sudah melaksanakan sosialisasi pengimplementasian ABS-SBK tersebut.

“Kami mengaharapkan penerapan ABS-SBK ini dapat berjalan di seluruh kelurahan dan kecamatan yang ada di Kota Padang. Sebab tantangan generasi penerus kita itu luar biasa, jadi dengan ABS-SBK ini kami harapkan dapat mengantisipasi hal negatif,” lanjutnya.

Untuk aspek yang dinilai, tim penilai akan melihat daerah mana yang memang pelaksanaan ABS-SBK nya sudah berjalan dengan baik, seperti adat ketika ada kematian, adat ketika pelaksanaan pesta perkawinan. Setelah itu baru tim penilai akan melihat daerah yang memang terus memakai simbol-simbo adat.

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/

You may also like...