Terkendala Ruangan, Santri Ponpes Darut Thalib Solok Belajar Dibawah Tenda Pinjaman

Terkendala Ruangan, Santri Ponpes Darut Thalib Solok Belajar Dibawah Tenda Pinjaman

Terkendala Ruangan, Santri Ponpes Darut Thalib Solok Belajar Dibawah Tenda Pinjaman

Terkendala Ruangan, Santri Ponpes Darut Thalib Solok Belajar Dibawah Tenda Pinjaman

Terkendala karena terbatasnya jumlah ruang belajar, santri pondok pesantren Darut Thalib Laing, Kota Solok, Sumatera Barat harus belajar di kelas darurat. Kondisi tersebut sudah berjalan sejak satu bulan belakangan.

Saban hari, lebih kurang 20 orang santri belajar memanfaatkan 1 tenda barak pinjaman dari Polres Solok kota dan 1 ruang kelas darurat yang dibuat dari bambu, hasil gotong royong para santri bersama pengelola.

Saat belajar di kelas darurat, para santri harus duduk di lantai beralaskan terpal dan bambu, tidak ada bangku. Sementara untuk menulis, ada yang memanfaatkan meja lipat dan ada pula yang harus menulis beralaskan lantai dan kadang sesekali beralaskan paha.

Baca Juga

Komisi X DPR RI Rancang Aturan SMK Terintegrasi dengan Dunia Industri
Pemerintah Putuskan KSP Jadi Pusat Informasi Virus Corona Indonesia
Menkumham Tandatangani Pencabutan Bebas Visa Warga China ke Indonesia
Wacana Pulangkan 600 WNI eks ISIS, Tagar #TolakEksWNIproISIS Menggema
1.020 Orang Sembuh dari Virus Corona, China Berterimakasih pada Indonesia

Penambahan dua kelas darurat itu terpaksa dilakukan pihak Ponpes lantaran jumlah santri

yang cukup membludak pada penerimaan tahun ini. Sementara, jumlah ruangan yang dimiliki hanya sebanyak 5 kelas.

“Ada sekitar 20 santri kita yang harus belajar di kelas darurat, dengan fasilitas seadanya,” sebut pimpinan Ponpes Darut Thalib, Ustaz Bobi saat ditanya Klikpositif, Jum’at (2/8).

Pihak pesantren masih terkendala soal biaya untuk pembangunan kelas baru

yang diperkirakan menghabiskan dana puluhan juta rupiah. Pihaknya masih mengusahakan bantuan dari donatur dan dana hibah dari Pemda.

“Kalau bantuan hibah dari Pemda, kita masih usahakan, syaratnya kan yayasan pendidikan sudah beroperasi minimal tiga tahun baru bisa memperoleh dana bantuan, yayasan kita baru genap 3 tahun beroperasi Agustus ini,” terangnya.

Ponpes Darut Thalib merupakan salah satu dari tiga pondok pesantren yang saat ini aktif menggerakkan pendidikan keagamaan di Kota Solok. Ponpes Darut Thalib setara SLTP dan SLTA.

Santri yang menimba ilmu di Ponpes yang berdiri sejak tiga tahun lalu juga beragam.

Selain berbagai kabupaten kota di Sumatera Barat juga ada santri dari daerah Jambi dan lainnya.

Biaya pendidikan yang dibebankan pada santri seperti biaya masuk sekitar Rp1,3 juta dan uang bulanannya sekitar Rp350 ribu per santri.

Ponpes Darut Thalib mempunyai sejumlah program khusus, salah satunya, selama mengenyam pendidikan di Ponpes, seluruh santri ditargetkan bisa menguasai ilmu kitab kuning atau kitab gundul.

 

Baca Juga :

You may also like...